Selasa, 07 Juni 2016


  
   

MANAGEMENT CRISIS

      Suatu lembaga, organisasi, usaha dan lain sebagainya. Baik cangkupannya luas atau kecil, Semua memeliki potensi krisis. Sebuah perusahaan yang maju dan berkembang juga tidak luput dari potensi krisis perusahaan. Sebab, krisis datang tanpa diduga, walau krisis itu sendiri ada yang dapat diprediksi potensinya.
         Krisis merupakan sesuatu atau peristiwa yang maha dahsyat, yang terjadi pada suatu lembaga dan lainnya. apabila suatu lembaga tersebut mengalami seuatu krisis, maka hanya ada dua pilihan yang bisa diambil, yakni hancur atau berubah. Jika lembaga tersebut ingin terus mempertahankan lembaganya, maka ia perlu melakukan perubahan secara drastis agar lembaganya tetap bertahan, sekalipun perubahan tersebut sulit dilakukan atau bertentangan dengan lembaga itu sendiri. Namun, jika lembaga yang terkena krisis tidak melakukan perubahan, tetap mempertahankan komitmen awalnya, maka potensi lembaga tersebut untuk hancur sangat besar.
     Faktor-faktor terjadinya suatu krisis, ada dari beberapa jenis krisis yang dilihat dari asal munculnya masalah krisis tersebut, yakni sebagai berikut:
a. Internal Crisis
                yakni krisis yang dialami dari pihak dalam suatu lembaga.
                Contoh : buruh di suatu Pabrik melakukan mogok makan, indikasinya minta untuk dinaikkan gajihnya.
b. Eksternal Crisis
                yakni krisis yang dialami suatu lembaga yang bersal dari peristiwa diluar lembaga.
               Contoh: Nilai mata uang asing yang tidak stabil atau produk-produk asal Indonesia ditolak oleh pihak luar negeri.

         Krisis merupakan masalah yang tidak diharapkan, sebab krisis tergolong peritiwa yang dapat mempengaruhi buruk bagi suatu lembaga. Sedangkan lembaga harus tetap bisa mengatasi suatu krisis bila berpotensi muncul dalam lembaganya. Namun, tetap sebesar apapun suatu krisis jika ada langkah yang inisiatif, krisis dapat diselesaikan dengan baik, tapi tetap saja hal tersebut tidak mudah. Karena sedikit sekali lembaga yang mampu melewati masa krisis, kecuali dengan piliha lembaga tersebut berubah.
           Solusi terbaik untuk mengatasi potensi krisis, salah satunya dengan membentuk tim khusus untuk memantau potensi krisis  yang bisa terjadi dan bila krisis tersebut muncul, maka akan ada tim khusus yang menaggani masalah krisis. Namun, sayangnya sedikit kesadaran suatu lembaga atau perusahaan untuk membentuk tim krisis, mereka cenderung merasa lembaga atau perusahaanya dalam keadaan aman-aman saja. Padahal krisis dapat terjadi tanpa diduga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar